Minggu, 01 Januari 2012

Optimis atau Realistis? Dua-duanya

Pada suatu hari, seorang anak menghampiri ayahnya dan bertanya “Yah, masa sih tidak ada yang impossible di dunia ini? Pasti ada dong?”

Sang ayah tertegun memandangi wajah anaknya dan menjawab “Wah, pertanyaan yang bagus, Nak. Ayah setuju, ada sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi. Yaitu melawan kodrat kita sebagai manusia. Maka dari itu kita mengenal istilah optimis realistis.”

“Melawan kodrat kita sebagai manusia? Hmmm. Bisa berikan contoh, Yah?”

“Salah satu contohnya, manusia tidak dapat terbang dengan tangan, karena secara kodratnya, sang pencipta memberikan kita tangan agar dapat berkarya, bukan untuk terbang. Namun manusia tetap ingin terbang. Seiring berjalannya waktu, dengan tangannya, manusia melahirkan sebuah karya yang hebat, yaitu pesawat terbang. Maka dari itu tetap saja kita optimis Nak, dan realistis.”

“Wah, pemikiran Ayah hebat sekali.”

“Pertanyaanmu juga hebat, Nak.”

“Kenapa Ayah bilang pertanyaanku hebat?”

“Iya, soalnya, jika kamu tidak memberikan pertanyaan itu pada ayah, belum tentu ayah bisa berpikir seperti itu. Maka dari itu, jika kamu sedang bingung, jangan pernah malu untuk nanya sama ayah.”

“Oke, Yah.”

Dennis Wong, 5 Agustus 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar