Minggu, 01 Januari 2012

Baik Dengan Bodoh itu Beda-Beda Tipis?

Sudah sangat sering kudengar kalimat “Baik dengan bodoh itu beda-beda tipis.” Kuselipkan kalimat tersebut pada salah satu ruang di dalam benakku. Dan aku terus bertanya pada diriku sendiri. Apa yang menyebabkan kalimat tersebut sering sekali terucap?

Sejenak kukerahkan logikaku untuk merespon hal tersebut. Namun, tetap saja, sulit sekali bagiku untuk menyetujui hal tersebut.

Akan kuilustrasikan dengan seseorang yang kukenal. Ia adalah orang yang selalu memancarkan gelombang positif bagi orang-orang di sekelilingnya. Semakin kulihat dirinya, semakin kuketahui bahwa dari tindakannya itu, dirinya sama sekali tidak mengharapkan imbalan ataupun pujian.

Semakin kumaklumi jika terkadang ia dianggap sebagai orang bodoh. Bagi sebagian orang, tidak mengharapkan imbalan adalah sesuatu yang bodoh. “Apa yang akan kaudapatkan? Hanya membuang-buang waktumu saja” menurut mereka. Namun, aku tetap saja kurang menyetujui paham tersebut.

Di luar semua itu, menurutku ia sendiri meyakini bahwa dirinya sama sekali tidak bodoh, karena hidup adalah kreasi, bukan kompetisi. Semakin menarik. Karena hidup dalam suasana kompetisi adalah hidup yang kurang menyenangkan. Alangkah sangat membahagiakannya jika hidup di dalam kreasi, sehingga hidup akan terasa sangat bermakna.

Jadi, benarkah baik dan bodoh itu beda-beda tipis?

Terima kasih karena telah mengizinkanku berpendapat.

Dennis Wong, 29 Juni 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar