Minggu, 01 Januari 2012

Bisakah Mengelola Rasa Stress? Bisa Banget

Wajar sekali jika terkadang kita mengalami perasaan mumet, puyeng, panik, takut, kacau, tidak bisa tidur, jantung berdebar, pada kehidupan keseharian kita.

Mau apapun masalahnya, namun sesuai pengalaman saya, jika kita mengalami hal yang seperti itu, menurut saya cara terbaiknya adalah: meditasi. Meditasi tidak selalu duduk diam dengan pose Shaolin, tetapi belajar mengontrol pikiran, sehingga pikiran kita jernih kembali.

1. Fokus dan enjoy. Salah satu cara yang selalu saya terapkan untuk mengontrol pikiran adalah dengan cara memfokuskan pikiran dan enjoy terhadap apa yang sedang kita kerjakan sekarang. Misalnya, ketika kita sedang membaca buku, kita akan fokus dan enjoy dengan buku yang kita baca, tidak memikirkan hal lainnya. Sama halnya pada saat istirahat, kita dapat mencoba untuk tidak mengingat hal apapun pada saat sedang istirahat.

2. Berusaha sebisa mungkin membuang jauh-jauh pikiran negatif tentang diri kita di pikiran kita. Biarpun terkadang kita masih lalai, namun tetap bisa dilakukan jika kita tetap berusaha.

3. Terapi irama nafas. Cara lainnya adalah dengan cara terapi irama nafas selama jangka waktu tertentu, misalnya 5 menit atau 10 menit.

4. Mendengarkan lagu. Bisa saja mendengarkan lagu easy listening ataupun lagu yang benar-benar kita senangi.

5. Olah raga, misalnya: lari pagi, push up, sit up, dll. Karena olah raga menghasilkan hormon tertentu yang membuat kita gembira.

6. Menulis. Kertas dan pena seringkali menjadi media yang tepat untuk menyederhanakan segala hal yang ada di dalam pikiran kita, sehingga secara otomatis kita akan menjadi mudah memikirkan pemecahannya.

7. Sharing dengan teman terdekat. Selain menulis, sharing seringkali membantu dalam memulihkan kejernihan pikiran kita.

8. Canda dan tawa. Bersenda gurau dengan teman yang tepat seringkali membantu memulihkan kegembiraan yang ada di dalam diri kita.

9. Berdoa. Berdoa dan menghadirkan Keagungan Sang Maha Pencipta di dalam hati kita akan sangat membantu kita untuk semakin percaya diri. Selain itu pun, kita menjadi semakin mensyukuri apa yang kita miliki. Setidaknya kita masih bisa bernapas, masih bisa melihat, masih memiliki talenta, masih memiliki orang-orang tercinta di sekitar kita, dsb.

Ketika pikiran kita sudah jernih kembali, aktivitas apapun yang kita kerjakan akan terasa semakin efektif. Selain itu, kemampuan kita merumuskan masalah menjadi tajam kembali, sehingga kita dapat mencari pemecahan/solusi yang paling efektif. Dan menurut saya kita pun harus luwes terhadap diri kita sendiri, dengan menyisakan waktu untuk istirahat dan relaksasi baik fisik maupun pikiran, karena kita bukanlah robot.

Di luar semua itu, ada pernyataan yang telah lama melekat di dalam pikiran saya, yaitu:

1. Diri kita yang asli sesungguhnya jauh lebih baik daripada diri kita yang seringkali ada di dalam pikiran kita.

2. Maka dari itu kerjakan saja apa yang sesuai dengan kata hati kita (tentunya sejauh hal tersebut positif) setahap demi setahap. Gajah di pelupuk mata pun akan habis jika kita makan sesuap demi sesuap.

3. Karena kita bukan peramal yang dapat mengetahui masa depan.

Saya percaya, kita semua pasti bisa mengolah rasa stress. Terima kasih.

Dennis Wong, 4 Desember 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar