Minggu, 01 Januari 2012

Kamu Mau Menjadi Orangtua Macam Apa?

Suatu saat, salah seorang kawan dekat saya yang baru saja menjadi ayah bertanya kepada saya “Kamu mau menjadi orangtua macam apa?” Saya jawab “Maunya sih menjadi orang tua macam ayahku.” Kemudian ia menanyakan lagi “Oh ya, memang ayahmu seperti apa?”

“Dari kecil ayahku selalu memberikan kepercayaan kepadaku. Beliau selalu menganggapku sahabat. Di kala aku lalai, beliau menegurku, namun di kala aku benar, beliau memujiku. Beliau selalu mengingatkan bahwa ambillah hikmah di masa lalu, buang jauh-jauh rasa penyesalan. Beliau selalu memotivasiku, tidak pernah menakut-nakutiku, apalagi membodoh-bodohi aku. Beliau tidak pernah sedikitpun membawa keluh kesah pekerjaannya ke rumah. Beliau tidak pernah mematahkan argumenku, melainkan selalu mendengarkan aku hingga aku selesai bicara, baru menanggapinya. Beliau pula yang mengajarkan aku berdiskusi, sehingga melahirkan penyelesaian. Ketika beliau berbicara, dengan sendirinya aku akan mendengarkannya tanpa paksaan sedikitpun. Bukan hanya perkataannya saja yang kudengar, namun tindakannya pun layak aku tiru. Beliau tetap menyempatkan waktu untuk membawaku ke tempat kerjanya, sehingga aku menjadi tahu apa yang beliau kerjakan dan bagaimana cara beliau bekerja, menghadapi rekan kerja, menyelesaikan masalah. Beliau selalu berkata, ‘Jika aku hebat, anakku harus lebih hebat lagi.’ Beliau tetap mengakui kesalahannya dan meminta maaf ketika lalai, gentle sekali menurutku. Beliau pula yang mengajarkan kepadaku bahwa ‘Tidak perlu mencari pengakuan dari orang lain, yang terpenting adalah pengakuan dari dirimu sendiri, itulah integritas.’ Wibawanya tumbuh dengan sendirinya di benakku, bukan dibuat-buat. Dan masih banyak lagi.”

Dennis Wong, 5 Desember 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar